Rabu, 02 Maret 2016

Mewujudkan Masyarakat Sehat di Kota Delta

Bangga menjadi warga Sidoarjo adalah kata yang dapat saya sampaikan melalui tulisan ini. Kota kelahiran yang memiliki keragaman penduduk dan budaya masyarakat diiringi dengan stabilitas keamanan serta akses kesehatan yang baik menambah rasa nyaman untuk tinggal di kota udang ini. Pada 31 Januari 2016 ini Sidoarjo akan genap berusia 157 tahun, usia yang sudah tidak muda lagi. Sebagai generasi muda di sidoarjo banyak resolusi agar sidoarjo dapat lebih baik dan sehat di tahun 2016 ini. Sebagai pelaku dan pelayan kesehatan masyarakat di lingkungan Kabupaten Sidoarjo ada beberapa harapan pada peningkatan kualitas pelayanan public di bidang kesehatan.
Harapan yang pertama yakni dibentuknya program berbasis online sebagai solusi mengatasi antrian pendaftaran di RS dan puskesmas  sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pasien dan mengurangi antrian saat mendaftar di RS maupun Puskesmas karena kita ketahui jumlah kunjungan pasien saat ini meningkat tajam seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan oleh masyarakat Sidoarjo. Dapat kita bayangkan apabila pasien sudah mendapatkan jam atau waktu perkiraan akan mendapatkan pelayanan oleh tenaga kesehatan di suatu RS atau puskesmas  maka pasien tidak akan berduyun duyun datang pada waktu yang bersamaan. Dengan kondisi seperti ini akan menambah rasa kenyamanan pasien serta mengurangi complain pasien terutama pasien geriatric,anak anak dan pasien yang memiliki disabilitas tertentu.
Harapan kedua yakni terbentuknya satu wadah Website yang menghubungkan antar  RS,Puskesmas,klinik dan layanan kesehatan lain yang berada di lingkungan Kabupaten Sidoarjo sehingga saling terkoneksi dalam satu wadah. Dalam website terebut dapat menunjukkan kompetensi pelayanan tenaga medis, jumlah bed yang terpakai maupun kosong dan jenis pelayanan lain yang dibutuhkan pasien. Kondisi tersebut sangat bermanfaat dalam berbagai aspek,salah satunya adalah manfaat dalam system rujukan  pasien kondisi gawat darurat. Melalui website tersebut pihak yang merujuk dapat melihat tempat rujukan yang memiliki kompetensi pelayanan dan tempat yang masih dapat menampung pasien yang akan dirujuk dengan mudah dan cepat sehingga pasien dapat tertangani dengan aman,cepat,tepat dan professional. Dan diharapkan dengan system rujukan yang seperti itu maka life saving pasien akan dapat ditingkatkan lagi. Dengan terbentuknya wadah tersebut akan membuat warga sidoarjo merasa aman saat dirinya ataupun keluarganya dalam kondisi sakit yang mengancam nyawa sekalipun. Harapan ini dapat lebih bermanfaat lagi apabila dibuatkan suatu aplikasi khusus untuk mengaksesnya. Model rujukan online sebenarnya sudah dilakukan di bidang obgyn melalui si Jari Emas akan tetapi alangkah baiknya bila semua kasus dapat dilakukan model rujukan online seperti itu.

Harapan ketiga yakni Pelayanan spesialis di tingkat Puskesmas seperti yang dilakukan oleh Dinkes DKI Jakarta dan daerah lain di Indonesia. Dengan menempatkan dokter spesialis di Puskesmas di Sidoarjo akan dapat mengurangi jumlah pasien rujukan ke rumah sakit seperti yang terjadi di Jakarta. Dengan adanya spesialis di puskesmas diharapkan juga akan terjadi transfer ilmu pada tenaga medis di puskesmas. Banyak anggapan bahwa spesialis di puskesmas tidak ada gunanya adalah salah besar karena salah satu contoh adalah keberadaan obgynsos (Obsteri gynaecology social) yang merupakan cabang dari disiplin Obgyn yang notabene banyak dikaitkan dengan tindakan SC atau Sectio Sesarean. Obgynsos ini dapat sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama di puskesmas karena obgyn bukan hanya di bidang biomedis saja akan tetapi dipengaruhin oleh factor lingkungan, social, ekonomi dan budaya (biopsikosocial) sehingga diharapkan dengan keberadaan spesialis, salah satu nya obgnysos ini dapat memberikan pelayanan yang paripurna (cure and care). Semoga sedikit tulisan ini dapat bermanfaat,didengar dan direalisasikan oleh pengambil kebijakan di lingkungan Pemkab Sidoarjo.Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar