Bangga
menjadi warga Sidoarjo adalah kata yang dapat saya sampaikan melalui tulisan
ini. Kota kelahiran yang memiliki keragaman penduduk dan budaya masyarakat
diiringi dengan stabilitas keamanan serta akses kesehatan yang baik menambah
rasa nyaman untuk tinggal di kota udang ini. Pada 31 Januari 2016 ini Sidoarjo
akan genap berusia 157 tahun, usia yang sudah tidak muda lagi. Sebagai generasi
muda di sidoarjo banyak resolusi agar sidoarjo dapat lebih baik dan sehat di
tahun 2016 ini. Sebagai pelaku dan pelayan kesehatan masyarakat di lingkungan
Kabupaten Sidoarjo ada beberapa harapan pada peningkatan kualitas pelayanan
public di bidang kesehatan.
Harapan
yang pertama yakni dibentuknya program berbasis online sebagai solusi mengatasi
antrian pendaftaran di RS dan puskesmas sehingga
dapat meningkatkan kenyamanan pasien dan mengurangi antrian saat mendaftar di
RS maupun Puskesmas karena kita ketahui jumlah kunjungan pasien saat ini
meningkat tajam seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan oleh
masyarakat Sidoarjo. Dapat kita bayangkan apabila pasien sudah mendapatkan jam
atau waktu perkiraan akan mendapatkan pelayanan oleh tenaga kesehatan di suatu
RS atau puskesmas maka pasien tidak akan
berduyun duyun datang pada waktu yang bersamaan. Dengan kondisi seperti ini akan
menambah rasa kenyamanan pasien serta mengurangi complain pasien terutama
pasien geriatric,anak anak dan pasien yang memiliki disabilitas tertentu.
Harapan
kedua yakni terbentuknya satu wadah Website yang menghubungkan antar RS,Puskesmas,klinik dan layanan kesehatan lain
yang berada di lingkungan Kabupaten Sidoarjo sehingga saling terkoneksi dalam
satu wadah. Dalam website terebut dapat menunjukkan kompetensi pelayanan tenaga
medis, jumlah bed yang terpakai maupun kosong dan jenis pelayanan lain yang dibutuhkan
pasien. Kondisi tersebut sangat bermanfaat dalam berbagai aspek,salah satunya
adalah manfaat dalam system rujukan pasien
kondisi gawat darurat. Melalui website tersebut pihak yang merujuk dapat
melihat tempat rujukan yang memiliki kompetensi pelayanan dan tempat yang masih
dapat menampung pasien yang akan dirujuk dengan mudah dan cepat sehingga pasien
dapat tertangani dengan aman,cepat,tepat dan professional. Dan diharapkan
dengan system rujukan yang seperti itu maka life
saving pasien akan dapat ditingkatkan lagi. Dengan terbentuknya wadah
tersebut akan membuat warga sidoarjo merasa aman saat dirinya ataupun
keluarganya dalam kondisi sakit yang mengancam nyawa sekalipun. Harapan ini
dapat lebih bermanfaat lagi apabila dibuatkan suatu aplikasi khusus untuk
mengaksesnya. Model rujukan online sebenarnya sudah dilakukan di bidang obgyn
melalui si Jari Emas akan tetapi alangkah baiknya bila semua kasus dapat
dilakukan model rujukan online seperti itu.
Harapan
ketiga yakni Pelayanan spesialis di tingkat Puskesmas seperti yang dilakukan
oleh Dinkes DKI Jakarta dan daerah lain di Indonesia. Dengan menempatkan dokter
spesialis di Puskesmas di Sidoarjo akan dapat mengurangi jumlah pasien rujukan
ke rumah sakit seperti yang terjadi di Jakarta. Dengan adanya spesialis di
puskesmas diharapkan juga akan terjadi transfer ilmu pada tenaga medis di
puskesmas. Banyak anggapan bahwa spesialis di puskesmas tidak ada gunanya
adalah salah besar karena salah satu contoh adalah keberadaan obgynsos (Obsteri gynaecology social) yang
merupakan cabang dari disiplin Obgyn yang notabene banyak dikaitkan dengan
tindakan SC atau Sectio Sesarean. Obgynsos ini dapat sangat bermanfaat bagi
masyarakat terutama di puskesmas karena obgyn bukan hanya di bidang biomedis
saja akan tetapi dipengaruhin oleh factor lingkungan, social, ekonomi dan
budaya (biopsikosocial) sehingga diharapkan dengan keberadaan spesialis, salah
satu nya obgnysos ini dapat memberikan pelayanan yang paripurna (cure and care). Semoga sedikit tulisan
ini dapat bermanfaat,didengar dan direalisasikan oleh pengambil kebijakan di
lingkungan Pemkab Sidoarjo.Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar