Minggu, 10 Januari 2021

Membuat Kompos Dengan Mudah

 Sebagai alumnus dari Unair,tentunya saya juga masuk dalam ikatan alumni Universitas Airlangga atau sering disebut IKA UA. Salah satu IKA UA yang sangat aktif di Indonesia adalah cabang sidoarjo yang secara tidak sengaja saya adalah ketua panitia pembentukan saat itu dengan Cak Ning yg sangat luar biasa membantu saya.

Singkat cerita,di era pandemi ini teman teman dari IKA UA SIDOARJO memiliki inisiatif dalam meningkatkan kemandirian desa di masa pandemi COVID19 ini. Banyak lapangan kerja hilang dan turun nya daya beli masyarakat sehingga kami dari teman teman ika sepakat untuk membuat percontohan kampung unggul Desa Sepande Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo.

Hari ini merupakan awal soft launching setelah kami mempersiapkan acara ini sejak Agustus 2020. Salah satu kegiatan yg cukup menarik hari ini adalah pelatihan pembuatan kompos yg bisa digunakan warga untuk menjadi lahan mata pencaharian mereka dan sekaligus mengatasi masalah limbah di desa.

Sedikit kita ulas cara untuk pembuatan kompos tersebut, agar kita juga dapat memanfaatkan ilmu pembuatan kompos ini sehingga ilmu ini tetap tersalurkan ke pembaca website ini.

Bahan pembuatan kompos :

1. Kotoran sapi/kambing/domba, lbh bagus yg kadar airnya rendah.

2. Sekam

3. Molases /tetes tebu

4. Air

5. Dekomposter / bakteri


Alat :

1. Cangkul utk mengaduk bahan kompos dan membalik²

2. Sekop utk mengaduk bahan kompos dan membalik²

3. Terpal utk tempat mencampur dan mengaduk kompos

4. Ember utk mencampur molases dengan air

5. Karung utk mengemas kompos


Cara pembuatan :

1. Kotoran kambing dicampur sekam dengan komposisi 4 (kotoran) : 1 (sekam), diratakan.

2. Percikkan molases yg dicampur air dengan komposisi 4 (air) : 1 (molases) ke adonan, sisakan 1/4 bagian cairan molases. Kompos diaduk².

3. Sisa cairan molases dicampur dengan 4 tutup botol bakteri, kmdn dipercikkan ke adonan dan diaduk² supaya merata. 

4. Atur kelembaban dengan ciri apabila digenggam tidak pecah dan tangan tidak basah.

5. Apabila kurang lembab, dapat ditambah air 1 lt, molase 500ml, bakteri 500 ml. Diaduk lagi.

6. Bahan yg sdh sesuai kelembabannya dimasukkan ke karung dan setiap minggu dibalik²/diaduk.

7. Proses pengomposan berlangsung selama 2 minggu

8. Apabila kompos terasa panas tandanya blm jadi/blm bisa digunakan. Apabila digunakan maka tanaman akan mati krn panas.

9. Kompos yg sdh jadi tidak berbau (baunya spt tanah/humus), berwarna coklat kehitaman dan tidak panas


#kampungunggul

#kampungunggulsepandesidoarjo@ika_ua @ika_ua_sidoarjo @unair.story @unair.sambat @ukmunair @infounair @haiunair @fk_unair @exploreunair @kominfo_sidoarjo @ @unairmengajar #ikauasidoarjo #ikatanalumniunaircabangsidoarjo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar