Kamis, 26 November 2015

Kisah Si Kecil Penjual Nasi di Puskesmas Porong


Sebenarnya kisah ini sudah sangat lama terjadi,pada saat saya masih bekerja di Puskesmas Porong. Puskesmas yang terletak di kaki lumpur lapindo ini memang penuh dengan pelajaran hidup yang dapat saya ambil. Salah satu contohnya adalah pada semangat si gadis kecil penjual nasi ini. Sawaktu itu saya sedang jaga di UGD Puskesmas,seperti biasa saat itu pasien selalu berjubel dating kemari.
Singkat cerita saya melihat gadis kecil dengan gaya cuek sedang berjualan nasi bungkus di sekitar UGD. Saat itu saya panggil dia dan berniat untuk membeli nasi dan memberinya sedikit uang saku untuknya. Tapi betapa terkejutnya saya saat dia menolak uang pemberian saya dan berkata “saya ini jualan dok,buat bantu ibu dan buat uang sekolah,bukan mengemis”. Benar benar luar biasa mendengarnya,bak tersengat lebah di siang bolong. Setelah mengobrol dengan nya sambil mengerjakan pasien. Ternyata anak ini di tiap pagi membantu ibunya berjualan dan sore nya dia bersekolah. Dia juga tidak ada yang memaksanya melakukan pekerjaan ini. Hanya iba dengan ibunya yang susah payah mencari uang maka dia turut membantu ibunya,selain itu dengan berjualan seperti ini, gadis kecil ini bs meringankan beban keluarga dan menyambung sekolahnya.
Mendengar cerita gadis yang ingin menjadi seorang dokter ini,saya sempat ingin meneteskan air mata, penuh terasa dada ini karena selalu mengeluh dengan keadaan saat kecil dan sekolah sampai saat menjadi dokter. Harusnya saya yang saat ini harus lebih banyak bersyukur daripada anak ini.

Sayang tidak bertahan berapa lama saya pun di mutasi ke tempat lain sehingga tidak pernah berjumpa lagi dengan si gadis kecil ini. Semoga cita citanya bisa tercapai serta dapat membahagiakan Ibunya. Aamiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar