Sebenarnya kisah ini sudah sangat
lama terjadi,pada saat saya masih bekerja di Puskesmas Porong. Puskesmas yang
terletak di kaki lumpur lapindo ini memang penuh dengan pelajaran hidup yang
dapat saya ambil. Salah satu contohnya adalah pada semangat si gadis kecil
penjual nasi ini. Sawaktu itu saya sedang jaga di UGD Puskesmas,seperti biasa
saat itu pasien selalu berjubel dating kemari.
Singkat cerita saya melihat gadis
kecil dengan gaya cuek sedang berjualan nasi bungkus di sekitar UGD. Saat itu
saya panggil dia dan berniat untuk membeli nasi dan memberinya sedikit uang
saku untuknya. Tapi betapa terkejutnya saya saat dia menolak uang pemberian
saya dan berkata “saya ini jualan dok,buat bantu ibu dan buat uang sekolah,bukan
mengemis”. Benar benar luar biasa mendengarnya,bak tersengat lebah di siang
bolong. Setelah mengobrol dengan nya sambil mengerjakan pasien. Ternyata anak
ini di tiap pagi membantu ibunya berjualan dan sore nya dia bersekolah. Dia
juga tidak ada yang memaksanya melakukan pekerjaan ini. Hanya iba dengan ibunya
yang susah payah mencari uang maka dia turut membantu ibunya,selain itu dengan
berjualan seperti ini, gadis kecil ini bs meringankan beban keluarga dan
menyambung sekolahnya.
Mendengar cerita gadis yang ingin
menjadi seorang dokter ini,saya sempat ingin meneteskan air mata, penuh terasa
dada ini karena selalu mengeluh dengan keadaan saat kecil dan sekolah sampai
saat menjadi dokter. Harusnya saya yang saat ini harus lebih banyak bersyukur
daripada anak ini.
Sayang tidak bertahan berapa lama
saya pun di mutasi ke tempat lain sehingga tidak pernah berjumpa lagi dengan si
gadis kecil ini. Semoga cita citanya bisa tercapai serta dapat membahagiakan
Ibunya. Aamiin..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar