Turut berduka cita
atas meninggalnya sejawat saya dr. Dionisius Giri Samudra
yang gugur saat tengah menjalani internship (magang) di Puskesmas Dobo, Kota
Tual, Maluku Tenggara. Sungguh
miris mendengar berita itu disaat sehari sebelum HKN kita peringati.
Infrastrukutur medis dan nonmedis yang sangat minim serta transportasi pun
lagi-lagi menjadi kambing hitam atas kejadian ini karena jarak tempuh menuju RS
di Ambon memerlukan waktu 3,5 jam dengan jadwal boarding yang
tidak rutin sehingga pahlawan muda ini meregang nyawa saat penduduk di
pedalaman membutuhkan uluran tangan yang telah siap dia berikan.
Berbagai macam
pemberitaan hingga terdengar bahwa dr. Andra tidak dapat dievakuasi karena
minimnya gaji sebagai dokter internship yang hanya Rp 2,5 juta per bulan. Sebagai
dokter yang pernah mengenyam program Internship di Kabupaten
Trenggalek peristiwa ini sudah menjadi hal yang sangat lazim. Sebelumnya gaji
dokter internship yang tidak lebih dari 1,5 juta saja sudah membuat sejawat
dokter harus memutar otak untuk bertahan hidup di daerah saat itu. Gaji
tersebut juga sering di rapel dalam 3 bulan sekali.
Kita bisa bayangkan betapa bingungnya sejawat internship kami
apabila sedang dilanda sakit dan memerlukan pengobatan di kota yang notabene
ongkos pesawat nya dapat menghabiskan gaji mereka. Untuk biaya hidup saja
teman-teman dokter harus berhemat.
Kita bisa
bayangkan, dokter internship saja tak mampu membayar evakuasi, bagaimana
saudara kita di di pedalaman selama ini saat berhadapan dengan penyakit yang
menentukan hidup dan mati mereka? Pernahkah sejenak kita memikirkan nasib
mereka?Akan banyak jawaban mengenai pertanyaan simple ini.
Sebagai dokter
yang saat bekerja di daerah yang boleh dibilang "Kota" pun saya juga
masih sangat prihatin dengan keadaan sarpras kesehatan di pinggiran yang masih
dalam kualifikasi kurang layak. Akses menuju tempat pelayanan kesehatan seperti
puskesmas pun masih susah dijangkau.Melalui blog sederhana ini saya mencoba
menggambarkan kondisi saudara-saudara kita yang masih belum mendapatkan
kehidupan yang layak seperti kita.Mari kita mengingat dan merenungkan kembali
nilai luhur kita sebagai pelaya kesehatan masyarakat. Semoga dengan blog ini
humanisme kita dapat meredam nilai kapitalis dan materialistis yang sudah
merasuki jiwa kita.
Berikut salah satu kegiatan pengabdian teman teman dari
Puskesmas Prorong Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan pemeriksaan di salah satu
sekolah yang sangat sulit dijangkau meskipun berada di salah satu kota Industri
di Jawa Timur.

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar